Saturday, March 27, 2010

Sejarah Patung Singa Merlion, Singapore

Merlion pertama kali dirancang sebagai lambang Singapore Tourist Promotion Board (STPB) di tahun 1964 – dan sang kepala singa dengan badan ikan di atas puncak ombak ini segera menjadi ikon Singapura bagi dunia.

http://www.seecforum.unisa.edu.au/SSES2007/images/Merlion%20Park%20-day%202.jpg
Menurut Sejarah Melayu, nama Singapura diberikan oleh Sang Nila Utama, pangeran Melayu dari Palembang pada awal abad ke 14. Ketika Sang Nila Utama berlayar di laut, terjadi badai dan angin kencang yang mengakibatkan perahunya terdampar di sebuah pulau. Saat di pulau, Sang Nila Utama melihat seekor binatang yang menyerupai singa. Oleh karena itu, pulau tersebut dinamakan Singapura (berarti "kota singa").

Merlion Dirancang oleh Mr. Fraser Brunner, anggota panitia suvenir dan kurator di Van Kleef Aquarium, kepala singanya melambangkan singa yang terlihat oleh Pangeran Sang Nila Utama seperti yang tercantum dalam “Sejarah Melayu”. Ekor ikan sang Merlion melambangkan kota kuno Temasek (berarti “laut” dalam bahasa Jawa), nama Singapura sebelum sang Pangeran menamakannya “Singapura” (berarti “lion” (singa) “city” (pura) dalam bahasa Sansekerta) dan juga melambangkan awal Singapura yang sederhana, yaitu sebagai perkampungan nelayan.

Berukuran tinggi 8,6 meter dan berbobot 70 ton, patung Merlion ini dibangun dari campuran semen oleh seniman Singapura, almarhum Mr. Lim Nang Seng. Patung Merlion kedua yang lebih kecil, berukuran tinggi dua meter dan berbobot tiga ton, juga dibangun oleh Mr. Lim. Bagian badannya terbuat dari campuran semen, kulitnya dari pelat porselen dan matanya dari cangkir teh kecil berwarna merah.

Rumahnya yang pertama Merlion dan anaknya, “Cub”, awalnya terletak di muka Singapore River, tepat di seberang Elizabeth Walk, hanya 120 meter dari lokasinya yang sekarang. Area yang juga disebut sebagai Merlion Park ini segera menjadi tempat atraksi wisata yang populer, dan menjadi salah satu tempat-tempat terkenal di kota-kota besar dunia. Perdana Menteri Singapura pada waktu itu, Mr. Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion ini pada tanggal 15 September 1972. Sebuah prasasti perunggu mengabadikan peristiwa bahagia tersebut dengan tulisan,
“Merlion ini didirikan sebagai lambang untuk menyambut semua pengunjung ke Singapura.”

Saat ini, Merlion menarik lebih dari satu juta pengunjung setahun, yang datang ke Merlion Park untuk mengambil foto ikon terkenal dunia ini di rumahnya yang baru, di samping One Fullerton.

Lokasi Patung Merlion Rumah Merlion yang baru terletak bersebelahan dengan One Fullerton, sebuah taman seluas 2.500 meter persegi yang baru saja dibangun. Di One Fullerton, terdapat aneka restoran, lounge, dan klub dansa di tepi sungai.

Area ini juga memiliki sebuah tanjung dengan teras tempat duduk dan sebuah dek untuk menonton yang sanggup menahan sampai 300 orang, serta sebuah tempat pendaratan kapal sehingga pengunjung dapat turun dari taksi kapal. Dek ini memberi panorama sang Merlion yang terbaik bagi para fotografer, dengan latar belakang cakrawala kota dan Marina Bay yang indah, termasuk gedung-gedung landmark seperti The Fullerton Singapore dan Esplanade – Theatres on the Bay.

Merlion Cub terletak 28 meter di belakang sang Merlion. Dipasang pula sebuah sistem pompa untuk Merlion dan anak Merlion, sehingga dapat menyemburkan air sepanjang hari dan malam.
»baca selengkapnya...

Sejarah Perjuangan Jendral Sudirman



Beliau - dalam keadaan sakit parah, paru2 tinggal sebelah - tetap memaksakan diri bergerilya melawan Belanda. Bukan materi yg beliau kejar, bukan gaji besar, bukan fasilitas. Beliau bahkan tidak digaji. Presiden dan Perdana Menteri sudah ditangkap Belanda dalam Agresi Militer (Aksi Polisionil) Belanda ke-2. Beliau menjual perhiasan istrinya untuk modal perjuangan, berpindah dari hutan ke hutan, dengan kondisi medan yg sangat berat, dibayang-bayangi pengejaran tentara Belanda lewat darat dan udara.


Pak Dirman -dalam keadaan sakit parah digerogoti TBC & paru2 tinggal satu- memimpin perang gerilya dari atas tandu.


Inilah para gerilyawan yang beliau pimpin, berjuang keluar masuk hutan naik turun gunung demi kita anak cucu mereka.


Berjuang dengan persenjataan seadanya, melawan musuh yang memiliki persenjataan modern didukung kekuatan laut dan udara.


Gerilya berdasar kepada taktik hit and run, dan ini ampuh untuk merontokkan moral Belanda.

Di tengah kondisi kesehatan beliau yg makin mengkhawatirkan itu, banyak pihak yg menyarankan agar beliau berhenti bergerilya, namun semangat juang beliau tidak dapat dipatahkan oleh siapapun juga.
Beliau terus gigih berjuang, tidak mempedulikan lagi keselamatan dirinya. Bagi beliau, lebih baik hancur dan mati daripada tetap dijajah.

Berkat perjuangan yg tak kenal menyerah itulah, Belanda kewalahan secara militer. Kekuatan gerilya Pak Dirman luar biasa. Belanda hanya mampu menguasai perkotaan, sedangkan di luar itu, sudah masuk wilayah gerilya tentara dan pejuang kita. Di sisi lain, tekanan diplomatis terhadap Belanda juga bertubi2, karena dunia internasional melihat bahwa dengan eksistensi TNI yg ditunjukkan oleh Pak Dirman membuktikan bahwa Republik Indonesia itu ada, dan bukan sekedar kumpulan gerombolan ekstrimis seperti yg santer dipropagandakan Belanda.

Akhirnya, Belanda pun benar2 angkat tangan, dan terpaksa mengajak RI untuk berunding kembali. Perjanjian Roem Royen pun terwujud pada tanggal 7 Mei 1949, dimana Indonesia dan Belanda sepakat untuk mengakhiri permusuhan. Presiden pun telah dibebaskan oleh Belanda dan dikembalikan ke ibukota negara, waktu itu masih Yogyakarta. Namun ini masih belum final dan Pak Dirman tetap belum yakin dengan hasil perjanjian itu. Beliau tetap bersikeras melanjutkan perjuangan sampai seluruh tentara Belanda benar-benar hengkang dari tanah air.

Akhirnya Sri Sultan Hamengkubuwono IX meminta kepada Kolonel Gatot Soebroto untuk menulis surat kepada Pak Dirman agar bersedia kembali ke ibukota. Berikut adalah penggalan surat Kolonel Gatot Soebroto yang meminta Pak Dirman untuk berhenti bergerilya dan beristirahat (di-EYD-kan):


"...tidak asing lagi bagi saya, tentu saya juga mempunyai pendirian begitu. Semua-semuanya Tuhan yang menentukan, tetapi sebagai manusia diharuskan ikhtiar. Begitu pula dengan keadaan adikku, karena kesehatannya terganggu harus ikhtiar, mengaso sungguh-sungguh, jangan mengalih apa-apa. Laat alles waaien.

Ini bukan supaya jangan mati konyol, tetapi supaya cita-cita adik tercapai. Meskipun buah-buahnya kita tidak turut memetik, melihat pohonnya subur, kita merasa gembira dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Yang Maha Kuasa.

Ini kali saya selaku Saudara tua dari adik minta ditaati..."

Pak Dirman pun akhirnya luluh. Bagaimanapun, perjuangan adalah jalan beliau, dan kini beliau menyadari, bahwa hasil perjuangan itu sudah mendekati akhirnya.

Sebagai persiapan pulangnya Pak Dirman ke ibukota, Sri Sultan pun mengirimkan pakaian kebesaran. Namun dengan halus dan bijaksana, kiriman itu beliau tolak. Pak Dirman memilih datang sebagaimana adanya sebagaimana ketika meninggalkan ibukota untuk bergerilya, dengan segala kekurangan dan penderitaan.

Beliau datang dengan tandu, dikawal banyak sekali anak buah beliau yang mencintai beliau. Setibanya di Gedung Agung, Presiden Soekarno langsung menyambut dan merangkul beliau.


Bung Karno merangkul Pak Dirman yang akhirnya tiba kembali di ibukota negara setelah berbulan2 bergerilya keluar masuk hutan. Bung Karno sendiri tidak tahan melihat kondisi Pak Dirman yang tampak kurus dan sangat lusuh...

Perundingan pun berlanjut kepada Konferensi Meja Bundar. Puncaknya, tidak lama berselang, Belanda terpaksa mengakui kedaulatan RI pada tanggal 27 Desember 1949, dan benar-benar hengkang dari ibu pertiwi.


Pengakuan Kedaulatan RI oleh Belanda, 27 Desember 1949, yg merupakan hasil jerih payah perjuangan Pak Dirman

Sayang sekali, seakan-akan senada dengan ucapan Pak Gatot Soebroto yg dibold di atas, Pak Dirman sepertinya memang ditakdirkan hanya untuk berjuang, bukan untuk menikmati kemerdekaan yg telah beliau perjuangkan. Beliau wafat dalam sakit beliau pada tanggal 29 Januari 1950, hanya berselang 1 bulan setelah pengakuan kedaulatan RI.



Pemakaman Pak Dirman, 29 Januari 1950, hanya 1 bulan berselang setelah Pengakuan Kedaulatan RI



sumber: kaskus.us

»baca selengkapnya...

Karya Seni Unik Mobil-Mobilan dari Kaleng Minuman




sumber: http://www.dalimunthe.com/2010/03/pic-karya-seni-mobil-mobilan-dari.html

»baca selengkapnya...

Mobil-mobil sepatu yang sangat aneh







sumber: http://juandri93.blogspot.com/2010/03/mobil-mobil-sepatu-yang-sangat-aneh.html
»baca selengkapnya...

Foto Lumba-lumba Sedang Melahirkan








sumber: http://juandri93.blogspot.com/2010/03/langka-foto-paling-jarang-ditemukan.html
»baca selengkapnya...

5 Metode Praktik Aborsi dan Bahayanya


Aborsi tidak aman, umumnya dilakukan pada kehamilan yang tidak diinginkan. Masalahnya, praktik aborsi yang bisa berujung pada kematian ini banyak dilakukan remaja.

Menurut hasil penelitian Women Research Institute, 15 persen aborsi dilakukan oleh kelompok usia remaja kurang dari 20 tahun. Berikut ini praktik aborsi tidak aman yang banyak dilakukan remaja atau wanita yang mengalami kehamilan tak diinginkan. Kenali bahayanya:

1. Metode penyedotan (Suction Curettage)
Aborsi ini dilakukan dengan mesin penyedot bertenaga kuat yang dimasukkan ke dalam rahim. Saat melakukan itu, mulut rahim sengaja dibuat renggang untuk membuat janin luruh dan ari-ari (plasenta) terlepas dari dinding rahim.

Dengan metode ini, si pelaku aborsi berisiko menderita robek rahim yang disebabkan salah sedot. Jika itu terjadi, maka wanita itu akan mengalami pendarahan hebat. Akibatnya, pelaku aborsi terpaksa menjalani pengangkatan rahim, atau terkena radang jika masih ada sisa-sisa plasenta atau bagian dari janin yang tertinggal di dalam rahim. Dan, akhirnya bisa berujung pada kematian.

2. Teknik dilatasi dan kerokan
Cara ini mulut rahim dibuka atau dimekarkan dengan paksa. Kondisi ini untuk memasukkan pisau baja tajam dan menyebabkan bagian tubuh janin terpotong berkeping-keping dan plasenta dikerok dari dinding rahim. Teknik ini bisa membuat aka pasien akan kehilangan darah yang jumlahnya jauh lebih banyak dibanding teknik penyedotan, dan juga dapat menderita perobekan dan radang pada rahim.

3. Menelan Pil RU 486
Pil yang dikenal juga sebagai ‘pil aborsi Prancis” ini mengandung dua hormon sintetik, yaitu mifepristone dan misoprostol. Pil ini secara kimiawi menginduksi kehamilan usia 5-9 minggu. Cara kerja pil ini memblokir hormon progesteron yang berfungsi menjaga jalur nutrisi ke plasenta tetap lancar. Karena pemblokiran ini, maka janin tidak mendapatkan makanannya lagi, menjadi kelaparan, hingga tak bernyawa.

Usai janin meninggal, pasien akan mengeluarkan janin dengan bantuan paramedis. Namun, banyak juga di antara mereka yang memilih mengeluarkan janin di rumah atau di tempat-tempat lain.

Efek lain dari penggunaan pil ini adalah pendarahan hebat, pusing-pusing, muntah-muntah, rasa sakit hingga kematian. Dilaporkan, RU 486 juga dapat mempengaruhi kehamilan selanjutnya, yaitu kemungkinan keguguran spontan dan cacat pada bayi yang dikandung.

4. Prosedur dengan MTX
Cara ini mirip dengan RU 486. Hanya, obat ini disuntikkan ke dalam badan. MTX bekerja dengan menekan pertumbuhan pesat trophoblastoid, selaput yang menyelubungi embrio yang juga merupakan cikal bakal plasenta.

MTX menghancurkan integrasi dari lingkungan yang menopang, melindungi dan menyuburkan pertumbuhan janin. Dan, karena kekurangan nutrisi, maka janin menjadi meninggal. Kemudian, tablet misoprostol dimasukkan ke dalam kelamin wanita hamil itu untuk memicu terlepasnya janin dari rahim.

Terkadang, hal itu terjadi beberapa jam setelah masuknya misoprostol, tapi sering juga terjadi perlunya penambahan dosis misoprostol. Aborsi menggunakan suntikan MTX dapat berlangsung berminggu-minggu. Wanita hamil itu dapat mengalami pendarahan selama berminggu-minggu (42 hari dalam sebuah studi kasus), bahkan terjadi pendarahan hebat. Sedangkan janin dapat gugur kapan saja.

Efek samping yang tercatat dalam studi kasus adalah sakit kepala, rasa sakit, diare, penglihatan yang menjadi kabur, dan yang lebih serius adalah depresi sumsum tulang belakang, kekurangan darah, kerusakan fungsi hati, dan sakit paru-paru.

5. Metode racun garam (saline)
Praktik aborsi yang biasa dilakukan pada usia kandungan di atas 3 bulan ini menggunakan jarum suntik. Air ketuban dikeluarkan, diganti dengan larutan konsentrasi garam. Janin yang sudah mulai bernapas, menelan garam dan teracuni. Larutan kimia ini juga membuat kulit janin terbakar dan memburuk. Biasanya, setelah kira-kira satu jam, janin akan mati.

Kira-kira 33-35 jam setelah suntikan larutan garam itu bekerja, pasien akan melahirkan bayi yang sudah tak bernyawa dan berkulit hitam karena terbakar. Suntikan larutan garam ini juga memberikan efek samping pada wanita pemakainya yang disebut “Konsumsi Koagulopati” (pembekuan darah yang tak terkendali diseluruh tubuh), juga dapat menimbulkan pendarahan hebat dan efek samping serius pada sistim saraf sentral. Serangan jantung mendadak, koma, atau kematian mungkin juga dihasilkan oleh suntikan saline lewat sistim pembuluh darah.

sumber: http://jekethek.blogspot.com/2010/03/inilah-5-metode-praktik-aborsi-dan.html
»baca selengkapnya...

Foto-foto Gambar Terbaik di Dunia part 2

1.

jalan di Monrovia (ibu kota Liberia), di jantung dari medan perang antara tentara pemerintah dan pemberontak ibarat karpet peluru karena dipenuhi peluru. Seluruh kegiatan bisnis ditutup sakibat peperangan.

Photo ini diambil oleh Carolyn memenangkan hadiah pada tahun 2004,

Photographer : Carolyn


2.


yang motret adalah Deanne Fitzmaurice. beliau merupakan photografer/jurnalist dari San Francisco chronicle.
gambar ini diambil dari sebuah rumah sakit Oakland. Anak laki-laki dari Irak itu nyaris tewas saat bom dari sebuah pesawat dijatuhkan ke Irak pada tahun itu.

Photographer : Deanne Fitzmaurice


3.


Seorang wanita hamil kesakitan dan mengalami kontraksi di trotoar karena belum ada tempat untuknya di klinik milik 'Doctors Without Borders' di Port-au-Prince, Haiti (22/11/08)


4.

5.

6.

7.

8.


9.

10.

11.


12.

13.

14.


15.

16.


sumber: kaskus.us

»baca selengkapnya...